SELAMAT DATANG DI BLOG "NURHADI RACHMAN"

Senin, 22 Oktober 2012

clipping


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia nya kepada kami sehingga berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul “CLIPPING”
Makalah ini membahas tentang PENGERTIAN CLIPPING DAN METODE – METODENYA, yang diharapkan dapat memberikan informasi dan bermanfaat bagi kita semua.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih ada kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, oleh karena itu kritik dan saran kami terima demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terimakasih, semoga allah SWT senantiasa meridhai segalanya amin.



Depok ,21 Oktober 2012



            Penyusun





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………..   i
Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………   ii
BAB I PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………… 1
B.        Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………….. 1
C.        Batasan Masalah……………………………………………………………………………… 1
D.        Landasan Teori…………………………………………………………………………………  2
BAB II PEMBAHASAN
A.        Vertex Clipping (Clipping Titik)………………………………………………………….  3
B.        Line Clipping (Clipping Garis)…………………………………………………………….. 4
C.        Polygon Clipping……………………………………………………………………………….. 11
BAB II PENUTUP
      Kesimpulan………………………………………………………………………………………………  16
      Saran……………………………………………………………………………………………………….. 16
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………….. 17

Bab I : Pendahuluan

A. Latar belakang
Dalam kehidupan sehari-hari saat kita ingin menggambar sesuatu pada sebuah bidang, tentunya kita tidak akan bisa menggambar melebihi bidang tersebut. Dengan kata lain suatu bidang gambar pasti memiliki batas wilayah maksimum. Seperti halnya komputer, untuk melakukan proses penggambaran suatu objek di monitor, komputer tidak akan bisa menampilkan gambar melebihi batas maksimum yang telah ditentukan. Untuk dapat melakukan hal tersebut, maka digunakanlah proses clipping.

Clipping berasal dari kata clip, yang secara umum memiliki arti memotong. Dalam ilmu grafika komputer, clipping merupakan proses pemotongan objek sehingga hanya bagian objek yang berada di dalam area tampil(viewport) yang dapat dilihat oleh user, sedangkan bagian objek yang berada di luar area tampil akan disembunyikan. Hal tersebut dilakukan agar proses perhitungan koordinat pixel pada layar tidak terlalu rumit. Tetapi sebelum melakukan proses clipping terlebih dahulu harus ditentukan bentuk dan ukuran clipping window, yaitu area dimana suatu objek dapat diproses dan ditampilkan. Clipping window dapat berupa segi empat, segi tiga, lingkaran, elips, poligon, dan lain-lain.

B. Tujuan Penelitian
Mengetahui pengertian dari clipping dan memecahkan masalah dengan 2 metode clipping yaitu vertex/point clipping dan line clipping.

C. Batasan masalah
Membahas tentang pengertian clipping dan metode-metode clipping, yaitu : vertex/point clipping, dan line clipping beserta kasus yang ada pada metode-metode tersebut.

D. Landasan teori
Proses clipping dapat digunakan untuk membuat aplikasi-aplikasi sebagai berikut :
1.    Identifikasi permukaan yang dapat dilihat dalam pandangan 3 Dimensi.
2.    Antialiasing segmen garis atau bagian suatu objek,
3.    Membuat objek dengan prosedur solid modelling.
4.    Menampilkan beberapa window.
5.    Membuat gambar dengan kemampuan memindahkan dan menghapus sebagian
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk melakukan proses clipping, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Line Clipping
2.    Vertex/Point Clipping
3.    Polygon Clipping



















Bab II : Pembahasan Masalah

A. Vertex Clipping (Clipping Titik)
Teknik yang digunakan untuk mengimplementasikan Vertex Clipping cukup sederhana yaitu dengan menggunakan rumus umum sebagai berikut :
Xmin ≤ x ≤ Xmax
Ymin ≤ y ≤ Ymax
Xmin, Xmax, Ymin, dan Ymax merupakan batas maksimum untuk clipping window yang berbentuk persegi empat dengan posisi standar. Agar teknik ini dapat di jalankan, kedua kondisi di atas harus terpenuhi. Jika ada sebuah titik yang tidak memenuhi kedua kondisi tersebut, maka titik tersebut tidak akan muncul pada viewport.
Contoh kasus :
Terdapat 2 buah titik, yaitu P1(2,2) dan P2(3,6) dengan Xmin = 1, Xmax = 5, Ymin = 1, dan Ymax = 5.
 
contoh kasus 1 (vertex clipping)
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa titik P2 tidak memenuhi kedua kondisi umum dari vertex clipping berada sehingga titik P2 tidak akan di tampilkan.
Clipping titik dapat diaplikasikan pada scene yang menampilkan ledakan atau percikan air pada gelombang laut yang dibuat dengan mendistribusikan beberapa partikel.

B. Line Clipping (Clipping Garis)
Line clipping diproses dengan melakukan inside-outside test, yaitu memeriksa kedua titik ujung dari garis tersebut . Berdasarkan tes tersebut garis dapat dikategorikan menjadi 4 jenis, yaitu :
Jenis Line Clipping :
1. Invisible       : Garis yang tidak terlihat sepenuhnya / berada di luar clipping window.
2. Half-partial    : Garis yang terpotong sebagian oleh clipping window.
3. Full-partial    : Garis yang terpotong penuh oleh clipping window dan melintasi clipping window.
4. Visible          : Garis yang terletak di dalam clipping window.
Proses clipping tidak berlaku pada garis dengan kondisi invisible dan visible, karena kedua kondisi tersebut tidak memotong clipping window.



Secara umum algoritma line clipping dapat digambarkan sebagai berikut :
      (Line Clipping Algorthm Flowcarth)
Dalam melakukan teknik line clipping dapat menggunakan beberapa algoritma, seperti : Cohen-Sutherland, Liang-Barsky, Cyrus-Beck, dan Nicholl-Lee-Nicholl. Algoritma yang paling terkenal adalah algoritma Cohen-Sutherland. Pada algoritma ini setiap titik ujung (endpoint) dari garis direpresentasikan ke dalam 4 digit angka biner yang disebuy region code. Masing-masing digit tersebut akan menentukan posisi titik relatif terhadap batas clipping yang berbentuk segiempat. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada bagan dan tabel di bawah ini.
Region Code
Bit ke-1 : Region Kiri (L)
Bit ke-2 : Region Kanan (R)
Bit ke-3 : Region Bawah (B)
Bit ke-4 : Region Atas (T)

Bit dengan nilai 1 menandakan bahwa titik berada pada region yang bersangkutan. Jika tidak maka akan diset dengan nilai 0.
Region Table
Contoh Kasus :
Diketahui dua buah garis yaitu garis AB dengan titik A(2,2) dan titik B(3,5). Kemudian garis CD dengan titik C(2,7) dan titik D(5,7). Lalu titik E(0,-1) dan titik F(7,7). Clipping window dengan Xmin = 1, Xmax = 6, Ymin = 1, dan Ymax = 6.

Langkah penyelesaian :
Lakukan pengecekan pada setiap titik terhadap window
a. Garis AB
Titik A(2,2)
Region
Kondisi
L = 0
X > Xmin ; 2 > 1
R = 0
X < Xmax ; 2 < 6
B = 0
Y > Ymin ; 2 > 1
T = 0
Y < Ymax ; 2 < 6
Titik B(3,5)
Region
Kondisi
L = 0
X > Xmin ; 3 > 1
R = 0
X < Xmax ; 3 < 6
B = 0
Y > Ymin ; 5 > 1
T = 0
Y < Ymax ; 5 < 6
Dari kedua tabel di atas terlihat bahwa garis AB berada pada region 0000, yaitu terletak di dalam clipping window dan bersifat visible. Oleh karena itu garis AB dapat dilihat sepenuhnya tanpa melalui proses clipping. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan menggunakan operator logika AND terhadap kedua titik yang menyusun garis AB, yaitu 0000 AND 0000 = 0000.



b. Garis CD
Titik C(2,7)
Region
Kondisi
L = 0
X > Xmin ; 2 > 1
R = 0
X < Xmax ; 2 < 6
B = 0
Y > Ymin ; 7 > 1
T = 1
Y > Ymax ; 7 < 6
Titik D(5,7)
Region
Kondisi
L = 0
X > Xmin ; 5 > 1
R = 0
X < Xmax ; 5 < 6
B = 0
Y > Ymin ; 7 > 1
T = 1
Y < Ymax ; 7 > 6
Dari kedua tabel di atas terlihat bahwa garis CD berada pada region 1000, yaitu terletak di sebelah atas clipping window dan bersifat invisible. Oleh karena itu garis CD tidak dapat dilihat sepenuhnya dan tidak melalui proses clipping. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan menggunakan operator logika AND terhadap kedua titik yang menyusun garis CD, yaitu 1000 AND 1000 = 1000.
b. Garis EF
Titik E(2,-1)
Region
Kondisi
L = 0
X > Xmin ; 2 > 1
R = 0
X < Xmax ; 2 < 6
B = 1
Y < Ymin ; -1 < 1
T = 0
Y < Ymax ; -1 < 6
Titik F(3,7)
Region
Kondisi
L = 0
X > Xmin ; 3 > 1
R = 0
X < Xmax ; 3 < 6
B = 0
Y > Ymin ; 7 > 1
T = 1
Y > Ymax ; 7 > 6
Dari kedua tabel di atas terlihat bahwa garis EF memiliki titik yang berada di luar clipping window, namun kedua titik tersebut dihubungkan dengan sebuah garis yang melalui clipping window, sehingga garis EF bersifat Full-partial dan harus melalui proses clipping. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan menggunakan operator logika AND terhadap kedua titik yang menyusun garis EF, yaitu 0100 AND 1000 = 0000. Untuk melakukan proses clipping dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini :
  1. Menentukan titik potong yang dihitung berdasarkan bit yang bernilai 1 dari region code dengan menggunakan panduan tabel berikut ini :
Region Bit
Berpotongan dengan
Dicari
Titik Potong
L = 1
Xmin
yp1
( Xmin , yp1 )
R = 1
Xmax
Yp2
( Xmin , yp2 )
B = 1
Ymin
xp1
( yp1 , Ymin )
T = 1
Ymax
Xp2
( yp2 , Ymax )
Dengan nilai xp1 , xp2 , yp1 , yp2 yang dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
xp1 = x1 + ( Ymin - y1 ) / m
xp2 = x1 + ( Ymax - y1 ) / m
yp1 = y1 + m * ( Xmin - x1 )
yp2 = y1 + m * ( Xmax - x1 )
dimana nilai m adalah sebagai berikut :
m = ( y2 – y1 ) / ( x2 – x1 )
Sehingga untuk garis EF (2,-1) dan (3, 7) dapat dilakukan perhitungan :
m = 7 – (-1) / 3 – 2 = 8/1 = 8
Region code untuk titik E(2,-1) adalah 0100, maka R = 1. Pada titik ini akan dicari xp1.
xp1 = x1 + ( Ymin - y1 ) / m
= 2 + (1 – (-1)) / 8 = 2,25
Maka titik potongnya adalah (2,25 ; 1)
Region code untuk titik F(3, 7) adalah 1000, maka T = 1. Pada titik ini akan dicari xp1.
Xp2 = x1 + ( Ymax - y1 ) / m
= 3 + (6 – 7) / 8 = 2,875
Maka titik potongnya adalah (2,875 ; 6)
Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa garis EF akan di representasikan melalui titik E(2,25 ; 1) dan titik F(2, 875 ; 6)
Hasil Clipping
C. Polygon Clipping
Polygon merupakan bidang yang tersusun dari verteks (titik sudut) dan edge (garis penghubung setiap verteks). Untuk dapat melakukan proses clipping pada polygon diperlukan algoritma yang lebih kompleks dari kedua teknik clipping yang telah di bahas sebelumnya. Salah satunya adalah algortima Sutherland-Hodgman .Ide dasarnya adalah memperhatikan edge pada setiap arah pandang, lalu clipping polygon dengan persamaan edge, kemudian lakukan clipping tersebut       pada semua edge hingga polygon terpotong sepenuhnya. Berikut ini ketentuan dari algoritma Sutherland-Hodgman :
  1. Polygon dapat dipotong dengan setiap edge dari window sekali pada satu waktu.
2.      Vertex yang telah terpotong akan disimpan untuk kemudian digunakan untuk memotong edge yang masih ada.
3.      Perhatikan bahwa jumlah vertex biasanya berubah-ubah dan sering bertambah.
Pada saat mengimplementasikan algoritma akan dilakukan tahap interseksi pada setiap sisi window, yaitu sebagai berikut :
  1. Asumsikan bahwa kita akan memotong edge pada titik(x1, y1) dan (x2, y2) dengan clipping window pada titik (xmin, ymin) dan (xmax, ymax).
  2. Tentukan nilai slope = (y2 – y1) / (x2 – x1) pada setiap interseksi
  3. Lokasi (IX,IY) dari interseksi edge dengan sisi kiri window adalah

IX = xmin
IY = slope * (xmin – x1) + y1
  1. Lokasi (IX,IY) dari interseksi edge dengan sisi kanan window adalah :
IX = xmax
IY = slope * (xmax – x1) + y1
  1. Lokasi (IX,IY) dari interseksi edge dengan sisi atas window adalah :
IX = x1 + (ymax - y1) / slope
IY = ymax
  1. Lokasi (IX,IY) dari interseksi edge dengan sisi bawah window adalah :
IX = x1 + (ymin - y1) / slope
IY = ymin
Contoh Kasus :
Diketahui sebuah polygon ABC dengan titik A(4,7), B(10,4), dan C(2,0). Clipping window memiliki nilai Xmin = 1, Xmax = 8, Ymin = 1, dan Ymax = 6.
Contoh Kasus Polygon Clipping
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa terdapat 6 buah titik potong yang akan dicari. Pada bagian atas clipping window terdapat 2 buah titik potong, yaitu perpotongan garis AC dengan Ymax dan garis AB dengan Ymax. Lalu pada bagian kanan clipping window terdapat 2 buah titik potong, yaitu perpotongan garis BA dengan Xmax dan garis BC dengan Xmax. Kemudian pada bagian bawah window clipping juga terdapat 2 buah titik potong, yaitu perpotongan garis CA dengan Ymin dan garis CB dengan Ymin. Oleh karena itu akan dilakukan 3 kali interseksi.
1.     Interseksi bagian atas
  • Mencari titik potong antara garis AC [(4,7) ; (2,0)] dan Ymax .
slope = (y2 – y1) / (x2 – x1).
= (0 – 7) / (2 – 4) = -7 / -2 = 3,5
IX = x1 + (ymax - y1) / slope
= 4 + (6 – 7) / 3,5 = 3,714
IY = ymax = 6
Maka titik potongnya adalah (IX, IY) = (3,714 ; 6)
  • Mencari titik potong antara garis AB [(4,7) ; (10,4)] dan Ymax .
slope = (y2 – y1) / (x2 – x1).
= (4 – 7) / (10 – 4) = -3 / 6 = -0,5
IX = x1 + (ymax - y1) / slope
= 4 + (6 – 7) / -0,5 = 6
IY = ymax = 6
Maka titik potongnya adalah (IX, IY) = (6, 6)

2.     Interseksi bagian kanan
  • Mencari titik potong antara garis BA [(10,4) ; (4,7)] dan Xmax .
slope = (y2 – y1) / (x2 – x1).
= (7 – 4) / (4 – 10) = 3 / -6 = -0,5
IX = xmax = 8
IY = slope * (xmax – x1) + y1
= -0,5 * (8 – 10) + 4 = 5
Maka titik potongnya adalah (IX, IY) = (8, 5)
  • Mencari titik potong antara garis BC [(10,4) ; (2,0)] dan Xmax .
slope = (y2 – y1) / (x2 – x1).
= (0 – 4) / (2 – 10) = -4 / -8 = 0,5
IX = xmax = 8
IY = slope * (xmax – x1) + y1
= 0,5 * (8 – 10) + 4 = 3
Maka titik potongnya adalah (IX, IY) = (8, 3)
3.     Interseksi bagian bawah
·         Mencari titik potong antara garis CA [(2,0) ; (4,7)] dan Ymin.
slope = (y2 – y1) / (x2 – x1).
= (7 – 0) / (4 – 2) = 7 / 2 = 3,5
IX = x1 + (ymin - y1) / slope
= 2 + (1 – 0) / 3,5 = 2,286
IY = ymin = 1
Maka titik potongnya adalah (IX, IY) = (2,286 ; 1)
·         Mencari titik potong antara garis CB [(2,0) ; (10,4)] dan Ymin.
slope = (y2 – y1) / (x2 – x1).
= (4 – 0) / (10 – 2) = 4 / 8 = 0,5
IX = x1 + (ymin - y1) / slope
= 2 + (1 – 0) / 0,5 = 4
IY = ymin = 1
Maka titik potongnya adalah (IX, IY) = (4, 1)
Dari perhitungan yang telah dilakukan di atas, maka akan dibuat polygon baru dengan titik A(3,714 ; 6), B(6, 6), C(8, 5), D(8, 3), E(2,286 ; 1), dan F(4, 1).
Hasil Polygon Clipping






Penutup

Kesimpulan
Dari semua algoritma yang telah dibahas di atas, dapat disimpulkan bahwa ide dasar dalam proses clipping adalah dengan menyembunyikan sementara bagian dari objek yang berada di luar viewport. Hal tersebut bermanfaat untuk mengurangi kerja CPU dalam melakukan komputasi gambar, sehingga CPU akan berkerja dengan lebih efisien. Saat ini penelitian mengenai algoritma clipping masih terus dikembangkan untuk mencari cara yang paling efisien dalam melakukan proses tersebut. Setelah membaca artikel ini, saya sangat berharap anda dapat mencari dan mengembangkan algoritma clipping terbaik dari yang pernah ada sebeumnya.
















Daftar Pustaka

http://meilgrafico.wordpress.com/2010/10/30/computer-graphics-clipping-algoritm/

Persaingan apple dengan Samsung


                Info yang lebih mengejutkan terkini berada pada gadget yaitu apple dengan iphone 4 dan Samsung dengan Samsung galaxy S, keduanya bersaing dengan kecanggihannya masing masing. Info yang saya dapat dari masing masing pengguna iphone dan Samsung mempunyai kelebihan sendiri,
                Iphone dengan layar yang kuat tidak mudah rusak dan tidak ada masalah dengan layar, kemungkinan kecil kerusakan pada layar, battree yang tahan lama dan fitur yang canggih dapat memainkan game yang baru untuk gatget terkini. Dengan operating system IOS. Ios adalah operating sistem yang telah di hak paten kan oleh apple, dia pun ada kelemahan yaitu setiap aplikasi atau game harus berbayar sedangkan kelebihannya grafik yang di gunakannya sangat bagus.
                Samsung dengan gatget yang tipis mereka menarik para konsumen, bukan hanya itu Samsung sendiri mengeluarkan harga murah dari pada iphone, dengan operating system andoid, memunculkan fariasi salahsatunya yaitu FREE. Konsumen dapat mendownload aplikasi atau game tanpa harus berbayar, sampai saat ini banyak sekali aplikasi yang di keluarkan untuk android. Untuk segi kekuatan layar yang saya tau Samsung  lebih banyak kerusakan pada layar dari pada iphone,
                Saya sendiri ingin memberi tahu anda membeli untuk apa? Untuk sms dan telfon saja? Ya mending beli yang biasa saja, Karen kalo ngga bias memaksimalkan kerja gadget tersebut percuma kalau menggunakan Cuma buat sms atau telfon.

KPK VS POLRI


Kpk atau komisi pemberantas korupsi,  bekerja utuk Negara memberantas para koruptor, Indonesia Negara ke 3 koruptor di dunia, ini mencoreng nama Negara kita.
                Sekarang sedang maraknya kasus KPK vs POLRI. Kejadian yang di sebut CICAK vs BUAYA, dan kasus yang di permasalahkan sekarang adalah kasus Simulator SIM yang menyeret nama Irjen Djoko Susilo yang notabennya adalah salah satu petinggi kepolisian. Kasus ini ditangani oleh penyidik KPK yang salah satunya kebetulan adalah mantan polisi yang bertugas di Bengkulu yang bernama Novel Baswedan. Selama bertugas menjadi polisi, Anak buah Novel pernah tersangkut kasus penganiayaan. Ajaibnya, setelah adanya surat penangkapan terhadap Djoko Susilo, Novel langsung didatangi oleh pihak kepolisian yang berniat menangkapnya terkait kasus penganiayaan saat ia masih bertugas di kepolisian.
                menurut kabar, Novel bukanlah pelakunya, melainkan anak buah Novel yang terbukti melakukannya. dan mengapa kasus ini diungkit saat anggota kepolisian terbukti melakukan tindakan korup? apakah ini suatu skenario pelemahan KPK? atau malah kriminalisasi KPK? Tapi yang pasti, kejadian ini hanya akan menjadi bumerang bagi pihak Kepolisian, yang tadinya akan menegakkan keadilan, malah dituduh mengalihkan perhatian, dan itupun berimbas pada tercorengnya nama baik kepolisian sendiri.
                Seharusnya polisi menegakkan keadilan dan ikut serta memecah korupsi tetapi malah terjerat kasus korupsi, dan kpk mempunyai beban yang berat untuk menyelesaikan masalah tikus tikus yang harus di berantas . mulai lah kita menyadari untuk tidak melakukan korupsi di Negara ini .

http://politik.kompasiana.com/2012/10/07/kpk-vs-polri-perang-saudara-yang-semakin-mencekam/

outsourching

Sedang maraknya berita tentang accoursing.  Ya para buruh, mereka ingin kenaikan pangkat menjadi pegawai tetap. Perusahaan banyak yang tidak menggunakan kenaikan pangkat, karena perusahaan pun tidak mau merugi dengan adanya kenaikan pangkat setiap karyawan mempunyai pesangon thr, asuransi kesehatan dan masih banyak lagi. Entah apa yang terjadi dalam perusahaan Indonesia, banyak orang bilang kurangi tingkat kemiskinan, tapi peraturan perusahaan seperti itu, apakah perusahaan itu nantinya akan di cap buruk oleh warga dengan adanya demo? Seharusnya mereka empunyai peraturan yang harus di tetapi jangan mempermainkan rakyat seperti itu, mereka punya keluarga, mereka harus membiayai keluarga tersebut. Perusahaan tanpa menaikan pangkat mereka memeang dapat mengeluarkan karyawan tanpa ada permasalahan yang panjang, perusahaan mencari kesalahan karyawan lalu mengeluarkannya dari perusahaan. Akan tetapi jika pegawai itu tetap mereka ada peraturan sendiri mengeluarkannya.
                                Mungkin dengan cara test bias menerimanya menjadi pegawai tetap dengan cara kerja dia bagus tarik sebuah kariawan menjadi pegawai tetap jangan memperpanjang terus kontrak karyawan honorer.

Meminimalkan Tawuran Antar Pelajar


Tanpa yang kita ketahui tentang tawuran?. Menurut saya tawuran adalah sebuah pertikaian antar kelompok , banyak  sekali alasannya, ada yang bilang untuk mencari ketenaran (kata pelajar), memperebutkan wilayah(kata masyarakat) , untuk mencari penyakit (kata saya).

                Entah kenapa pada era globalisasi sekarang masih saja ada kata tawuran, apakah itu penting? Apakah  itu harus?, tidak bias kah kita selesaikan baik baik? Apakah dengan cara tawuran kpermasalahan akan selesai?, banyak sekali pertanyaan yang tidak ada habisnya kalau kita berbicara tentang tawuran. Kebanyakan orang berfikir dengan cara itulah kita bias selesaikan masalah, dengan cara itulah kita bias tenar. Tapi apa kah kamu berfikir?, apa perasaan orang tua kita? Mereka membiayai kita, mendidik kita. Pernahkah orang tua kita mendidik kita dengan cara berkelahi untuk menyelesaikan masalah? Sampai ada yang terluka, yang tidak terluka ia lah pemenangnya? “TIDAK KAN?”. Apakah kamu berfikir bagai mana nasip keluarga saya kalau saya ikut tawurn apakah ada yang menafkahi nya lagi? Apakah ada yang menjaganya lagi? “TIDAK KAN?”.
                Kita tahu setiap orang mempunyai masalah tapi bukan itu solusinya,  masih ada hokum yang berlaku, yang berwenang, tunjukan bukti selesaikan baik baik, ya mungkin ada peraturan yang harus di selesaikan meski pun panjang tapi itu tidak bermain dengan maut. Masih ada kesenangan, tunjukan kreatifitas kalian di sekolah buat orang tua kalian senang tersenyum dengan hasil kesuksesan kalian, jadi presiden, apakah itu bias bikin tenar? . orang tua kita pun bangga dan tidak sia sia mengeluarkan biaya untuk kalian untuk merawat kalian. Mereka akan tersenyum bangga, “ini loh anak saya” kata orang tua kalian, tanpa kita sadari orang tua kita membanggakan kita, mendoaakan kita.
                Dan untuk para orang tua, kalian harus mendidik anak dengan baik, lakukan penegasan jika seorang anak melakukan kesalahan, tapi bukan dengan cara kalian memukulnya, beri hukuman yang pantas untuk seorang anak, karena dari situlah keppribadian anak bias di ubah, di Negara kita bukan penegak hokum saja yang bertindak tapi selaku orang tua wajib bertindak juga jangan salah menyalahkan, intropeksi diri sendiri.