SELAMAT DATANG DI BLOG "NURHADI RACHMAN"

Selasa, 20 Desember 2011

Tugas TOU 3




Nama               : nurhadi rachman
No. ID             : 15110164
Soal : Isi setiap titik-titik dengan jawaban yang benar :
1.      Definisi organisasi perusahaan menurut Fremont E. Kast dan James E. Rosenzwing tahun 1974, adalah :
      Struktur adalah hubungan dari berbagai fungsi atau kegiatan dalam sebuah organisasi.
……………………………………………………………………………………..
2.      Kegiatan-kegiatan manajemen menurut Henry Fayol, adalah :
  1. Pembagian kerja (Division of work)
  2. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
  3. Disiplin (Discipline)
  4. Kesatuan perintah (Unity of command)
  5. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
  7. Penggajian pegawai
  8. Pemusatan (Centralization)
  9. Hirarki (tingkatan)
  10. Ketertiban (Order)
  11. Keadilan dan kejujuran
  12. Stabilitas kondisi karyawan
  13. Prakarsa (Inisiative)
  14. Semangat kesatuan, semangat korps
 ……………………………….
17.  Dalam konsep manajemen, persoalan terpenting dalam merealisasikan tujuannya oleh seorang manajer atau pimpinan dan dapat dijadikan sebagai alat manajemen, terletak pada …………………………………………………..
18.  Terdapat dua dimensi dasar di dalam evolusi teori organisasi dan setiap dimensi mempunyai perspektif yang saling bertentangan, dalam dimensi pertama, organisasi adalah ……………………..
19.  Proses pelaksanaan kerja atau operasional organisasi harus sesuai dengan persyaratan mutlak yang diperlukan dalam proses manajemen, maka persyaratan tata kerja yang tepat bertujuan :
……………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………
20.  Berdasarkan pada aspek-aspek yang mempengaruhi organisasi dengan melihat pada alat manajemen dalam mencapai tujuan, maka organisasi dapat bersifat :
…………………………………..
…………………………………..
21.  Di dalam melakukan perubahan atau penyesuaian organisasi harus melihat pada factor-faktor yang umum dapat mempengaruhi, maka hal yang terpenting dalam perubahan harus melihat pada :
………………………………………………..
………………………………………………..
………………………………………………..
22.  Dalam sifat dimanisnya organisasi, terdapat factor yang dapat mempengaruhinya, yaitu :
………………………………………..
………………………………………..
………………………………………..
23.  Talcott Parsons, tahun 1960, membedakan organisasi berdasarkan kebutuhan social, yaitu :
……………………………………
……………………………………
……………………………………
……………………………………
24.  Organisasi memiliki daur hidup, berdasarkan Kim S. Cameron  dan David A. Whetten, terdiri dari tahap :
……………………………………..
……………………………………..
……………………………………..
……………………………………...
……………………………………...
……………………………………..

Selamat mengerjakan

Jawaban:

Jawaban


1.      Struktur adalah hubungan dari berbagai fungsi atau kegiatan dalam sebuah organisasi.
2.      Kegiatan Manajerial Menurut HENRY FAYOL meliputi:
a.      Perencanaan
b.      Pengorganisasian
c.       Pemberian perintah
d.      Pengkoordinasian
e.      Pengawasan

3.      Pengambilan Keputusan
4.      Dimensi pertama merefleksikan bahwa organisasi itu adalah sistem. Sebelum kurang  lebih tahun 1960, teori organisasi cenderung didomonasi oleh perspektif tertutup. Organisasi-organisasi dipandang berdiri sendiri dan tertutup dari lingkungannya. Akan tetapi mulai sekitar tahun 1960, teori organisasi secara jelas mulai menerima perspektif sistem terbuka. Analisis-analisis yang sebelumnya hanya berfokus kepada karakteristik intern dari organisasi, kemudian berubah menjadi pendekatan yang menekenken pentingnya organisasi memperhatikan peristiwa dan proses yang terjadi di lingkungan ekstern.
5.      Menghasilkan Hasil yang tepat & akurat
6.      1. Kekeluargaan, yaitu mempunyai nilai dasar keluarga yang saling memberi dan  menerima, saling menolong dan menjaga nama baik sebagai satu keluarga besar.

2. Persahabatan, yaitu berusaha saling mengenal dan bergaul dalam suasana persahabatan yang saling menguntungkan dan saling mempercayai.

3. Nasional, yaitu setiap langkah dan orientasi program atau kegiatannya senantiasa berpijak pada nilai dasar bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan serta berwawasan nusantara yang mencerminkan keberagaman sekaligus persatuan bangsa Indonesia.

4. Internasional, yaitu setiap langkah dan gerak organisasi ini memiliki visi jauh melewati batas teritorial negara dan aktif mempromosikan tata-pergaulan internasional yang berbudaya dan beradab.
7.      Faktor lain yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan  organisasi berasal atau datang dari sistem psikososial. Yang menjadi fakta adalah sukses tidaknya suatu organisasi itu tergantung dari bagaimana perilaku atau usaha manusia dalam melakukan tugasnya dalam mencapai suatu tujuan. Sejauh mana kemampuan yang ada dalam diri seorang manusia itu dapat ditunjukkan, seringkali menjadi faktor yang penting dalam mencapai sassaran organisasi. Jadi perubahan moral dan motivasi individu atau kelompok itu besar pengaruhnya. Contoh yang seringkali membuat perilaku manusia berubah adalah seperti terjadinya pengurangan tenaga kerja, merger dan lainnya. Dinamika kelompok dapat meningkatkan atau menurunkan prestasi organisasi. Kemampuan manajemen memimpin dan mempengaruhi perilaku, juga merupakan faktor yang menentukan. Perubahan dalam setiap atau seluruh variable ini dapat menimbulkan perubahan yang nyata dalam prestasi organisasi.
8.      a.    FAKTOR INTERN (DALAM)
·         Tujuan
·         Manusia-manusia
·         Tata hubungan
b.    FAKTOR EKTERN (LUAR)
a)       NON FISIK
·         Bersifat Konstitusional-politis
      Contoh: UUD, Tap MPR, KEPRES, SISTEM PEMERINTAHAN
·         Bersifat Sosial-politis
Contoh: Partisipasi masyarakat, Parpol, Susunan hidup masyarakat,   peranan kelompok.
·         Bersifat Sosial-ekonomi
Contoh: Kondisi hidup penduduk, Sumber penghasilan, umlah penduduk, Lapangan kerja.
·         Bersifat Sosial-religius
Contoh: Pengaruh Agama, Hubungan pemeluk agama, Organisasi     keagamaan.
·         Bersifat Sosial-kultur
             Contoh: Tingkat kecerdasan berpikir.
·         Bersifat Teknik-teknologis
      Contoh: Penemuan teknologi
b)      BERSIFAT FISIK
Misalnya: Faktor letak, Keadaan Alam, Daerah, Sumber-sumber Alamiah, Keadaan Iklim dan Cuaca


9.      a. Oraganisasi ekonomi ( economic oagnization)
tujuannya mendapat keuntungan dari produksi atau jasa yang dihasilkan, tanpa merupakan segi sosial. Contohnya pabrik tekstil yang juga mengadakan poliklinik.

b. Orgasisasi politik (political oganization)
Kegiatan dibidang pembagian kekuasaan, pengambilan keputusan, pengaruh-mempengaruhi pemerintah. Contohnya partai politik.

c. Oragnisasi pengapdian massa rakyat ( integartive organization)
tujuannya mengadikan diri untuk kepentingan massa rakyat. Contonya rumah sakit, yatim piatu, yayasan sosial.

d. Organisasi pelestarian ( petter maintenance organisation)
tujuan melestarikan dan memelihara kesenian, pendidikan, kebudayaan dan lai-lain.

3. Berdasrkan jumlah puncak pimpinan
Dibedankan kedalam bentuk sebagai berikut :
a. Organisasi pimpinan puncak(single organization)
puncak pimpinan satu orang : direktur, kepala kantor dan lain-lain.

b. Organisasi pimpinan jamak ( plural executive oragization)
pucuk pimpinan terdiri atas beberapa orang : Direksi, yang terdiri atas diektur utama, beserta direktur-direktur bidang khusus; prsedium dan lain-lain.

4. Berdasarkan keterlibatan emosi (keterpaduan emosi/pribadi).Di bedakan kedalam :
a. Organisasi primair ( primary oragization)
Keterpaduan emosi dan pribadi lebih terasa : keluarga, organisasi profesi dan lai-lain

b. Organisasi sekunder (secundary orgazation)
Lebih banyak melibatkan akal, daripada keastaun emosi : organisasi formal : perusahan, dinas-dinas penerintah.

5. Berdasarkan nilai dan budaya atau lebih tepatnya berdasarkan tujuan Alferd Kuhn, membedakannya kedalam :
a. Organisasi kerja sama ( kooperative orgazation)
terutama tujuan tergalangnya kerjasama/gotong royong para anggotanya : keluarga, koperasi, orgasisasi sosial dan lain-lain.

b. Organsisasi cari untung (profit organization)
terutama tujuannya mencari laba : perusahan indusri perdagangan dan lain-lain.

c. Organisasi pengapdian (service oragization)
Bertujuan mengapdikan pada massa rakyat dan sesamanya. Contoh : organisasi agama, lembaga bantuan hukum dan lain-lain.
d. Organisasi penekan (pressure oragization)
tujuan untuk menekan pihak lain agar berbuat sesuai dengan kemauannya. Contoh : pressure group, serikat pekerja dan lain-lain.

10.  ·         Pancaran (Orientasi)
·         Bayi
·         Kanak-kanak
·         Remaja
·         Dewasa
·         Matang
·         Aristokrasi
·         Birokrasi Awal

TOU 2


Tugas 2 TOU


1.      Pada realita dalam suatu organisasi, pembagian kerja masih berlaku, jelaskan !
2.      Contohkan dengan kasus sederhana mengenai standarisasi dapat mendorong koordinasi ?
3.      Jika terdapat bentuk organisasi  seperti di bawah ini :

    A






                       I                                II                          III                           IV

  1. Berapa  arus hubungan komunikasi ?
  2. Lengkapi gambar tersebut dengan garis arus hubungan komunikasi !
4.      Jelaskan arti dari komunikasi adalah proses penyampaian keterangan ?
5.      Organisasi menggunakan formalisasi akan memperoleh keuntungan-keuntungan, sebutkan keuntungan – ketuntungan tersebut dan berikan contoh ?




Jawaban :

  1. Yg dimaksud demikian diatas benar demikian adannya, sebab dalam berorganisasi, orang2 yg berkepentingan didalamnnya tidak dapat bekerja sendiri. Mengapa demikian, karna jika dikerjakan sendiri maka target yg akan dicapai sulit sekali untuk dicapai, gunannya pembagian tugas ialah saling membangun untuk terciptannya target yg diinginkan suatu organisasi tersebut. & sudah memang demikian apabila mendirikan sebuah organisasi, pasti didalammnya sudah ad pembagian tugas masing2 sesuai bagiannya..

  1. Sebuah pemerintah yg menetapkan standarisasi kualitas pembuatan ban di Indonesia, tentu semua pabrikan yg memproduksi ban diindonesia wajib mematuhi peraturan tersebut, demi terciptannya kordinasi yg baik antara pemerintah dengan produsen tsb. & d lain pihak dgn adnnya standarisasi tsb. Masyarakatlah yg nanti akan merasakan keuntungannya pula..


  1. - Hubungan arus yg terlihat pd gambar diatas adalah 10  buah.  Sesuai dgn hubungnny masing2.
-          Dalam sebuah perusahaan dapat memakai bagan tsb  yaitu:
Huruf A: melambangkan posisi Manajer Divisi
Nomor 1: melambangkan Manajer pemasaran
Nomor 2: melambangkan Manager Personalia
                  Nomor 3: melambangkan Manajer Produksi
Nomor 4: melambangkan Manajer keuangan

Dari Semua jabatan diatas, tertinggi ialah Manajer Divisi. Jd semua yg dibwah wjib patuh terhadap atasan sekaligus pemegang kekuasaan tertinggi dlm sebuah perusahaan.

  1. Komunikasi sebagai upaya rangsangan yang mengantarkan kita dalam mencapai satu pemahaman, baik secara batin ataupun lahir. Sebelum kita berkomunikasi ada baik-nya kita mengetahui kepastian kadar bobot komunikasi, perlu untuk kita ketahui bahwa kadar komunikasi salah satu yang berpengaruh pada dampak baik-buruk, karena impact (dampak) buah hasil dari aktivitas komunikasi.

  1. Dalam suatu organisasi jika melakukan pembicaraan dengan rekan atau klien dengan menggunakan bahasa formal dalam suatu lingkup organisasi sangat diperlukan hal ini dilakukan untuk mempermudah menyampaikan maksud yang ingin disampaikan serta dgn hal tsb lawan bicara kita bias menilai kekuasaan materi kita ttng hal yg kita sampaikan tak lain yaitu tntang Organisasi yg kita buat.

TOU 1


Tugas Teori Organisasi UMUM
1.       Jelaskan konsep dari teori X dan Y ?
2.       Apa yang dimaksud dengan teori manajemen ilmiah ?
3.       Coba jelaskan tentang teori matinya birokrasi ?

jawab
  1. Jelaskan konsep teori x dan y dari sisi kepemimpinan?

    Teori X dan Teori Y (X Y Behavior Theory) Douglas McGregor
    Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y.
    A. Teori X
    Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
    B. Teori Y
    Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
    Ini adalah salah satu teori kepemimpinan yang masih banyak penganutnya. Menurut McGregor, organisasi tradisional dengan ciri-cirinya yang sentralisasi dalam pengambilan keputusan, terumuskan dalam dua model yang dia namakan Theori X dan Teori.Y.
    Teori X menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang ini lebih suka diperintah, dan tidak tertarik akan rasa tanggung jawab serta menginginkan keamanan atas segalanya. Lebih lanjut menurut asumís teori X dari McGregor ini bahwa orang-orang ini pada hakekatnya adalah :
    - Tidak menyukai bekerja
    - Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
    - Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalah organisasi.
    - Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
    - Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mncapai tujuan organisasi..
    Untuk menyadari kelemahan dari asumí teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y. asumís teori Y ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori X. Secara keseluruhan asumís teori Y mengenai manusia adalah sbb :
    - Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
    - Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
    - Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
    - Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
    Dengan memahami asumsi dasar teori Y ini, McGregor menyatakan selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi menajemen untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan desempatan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu. Motivasi yang sesuai bagi orang-orang untuk mencapai tujuannya sendiri sebaik mungkin, dengan memberikan pengarahan usaha-usaha mereka untuk mencapai tujuan organisasi.
    Opini: "Menurut saya teori X itu memang sangat sesuai dengan apa yang dialami kebanyakan orang saat ini, tetapi yang seharusnya kita terapkan dengan baik yaitu teori Y. Karena sudah sepantasnya, jika kita bekerja pada suatu tempat, kita tidak hanya menginginkan hasil yang tinggi tanpa kerja keras yang berat sesuai dengan yang kita dapatkan. Kita harus menyeimbangkan antara kedua hal tersebut agar kita bisa menjadi seorang yang mendapatkan hasil tinggi dengan kerja keras setimpal dengan apa yang kita kerjakan. Dengan itu kita akan lebih baik dalam menjalani kehidupan ini sebagai seorang pekerja sesuai dengan teori tersebut."




  1. F.W. Taylor disebut bapak manajemen ilmiah, deskripsikan apa yang dimaksud dengan manajemen itu ?


Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah “penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan”. Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.
Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama—nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah “teknik paling baik” dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.
Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah:
  1. Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.
  2. Secara ilmiah, pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah, atau kembangkanlah pekerja tersebut.
  3. Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi.
  4. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.
Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut.
Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.
Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata. Sebelumnya, Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18 gerakan juga untuk interior. Melalui penelitian, ia menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Sementara untuk batu bata interior, ia mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Dengan menggunakan teknik-teknik Gilbreth, tukang batu dapat lebih produktif dan berkurang kelelahannya di penghujung hari.



Pada tipe ini juga di kenal sebagai aliran klasik, sehingga pada dasarnya masing-masing melihat organisasi sebagai system tertutup yang diciptakan untuk mencapai tujuan dengan efisien. Pada tipe memang sangat di kenal sebagai system yang tertutup bersifat rasional dan sangat mengutamakan efisiensi dari sebuah organisasi.
Adapun para pakar yang mempunyai sumbangan yang besar dalam teori ini adalah
• Frederick taylor dengaan scientific managementnya
• Henry Fayol dengan Prinsip-Prinsip Organisasinya
• Max Weber dengan teori Birokrasinya
• Ralph Dawis dengan Perencaaan Rasionalnya

TIPE II (Pada Tahun 1930-1960)


Pada tipe masih berlandaskan atau menganut system tertutup artinya tipe ini organisasi tidak berhubungan dengan pihak luar teme umum diantara para teori tikus adalah pengakuan mengenai sifat social dari organisasi. Teori tikus tersebut memandang organisasi sebagai suatu yang terdri dari tugas-tugas maupun manusia. Para teori tikus tipe dua mewakili pandangan dari sisi manusianya dibandingkan sisi mesin pada tipe pertama.
Adapun para pakar yang mempunyai sumbangan yang besar dalam teori ini adalah
• Elton mayor dengan kajian hawthornenya
• Chester Bernard dengan system Kerjasamanya
• Douglas McGregog dengan Teory X- dan Teori Ynya
• Warren Bennis dengan Matinya Birokrasi

TIPE III (Pada Tahun 1960-1975)

Ada teori ini sudah mulai ada perubahan yang cukup signifikan dengan tipe-tipe sebelumnya sebab tipe ini sudah menganut system terbuka, artinya organisasi itu sudah mulai berhubungan dengan eksternal baik organisasi lain maupun dengan lingkunganya, sehingga didapatlah organisasi yang dinamis dan terbuka dengan hal-hal baru yang berasal dari luar organisasi itu sendiri.selain itu organisasi ini juga masih mengutamakan pada aspek rasionalitasnya.baik kekuatan belap yang mekanistik maupun kekuatan yang terang humanistic dapat memperkuat pembuktian bahwa pemecahan mereka, dan hanya pemecahan mereka, adalah yang benar untuk semua keadaan. Konflik antara tesis dan anti tesis membawa kita kepada sebuah sintesis yang member pedoman yang lebih baik bagi para manajer. Sintesis tersebut adalah pendekatan.

Adapun para pakar yang mempunyai sumbangan yang besar dalam teori ini adalah :
• Herbert Simon dengan Serangan Terhadap Prinsip-Prinsipnya
• Katz dan Kahn Dengan Perspektif Lingkungannya
• Kelompok Aston dengan Besaran Organisasinya

IV (Pada Tahun 1975- Sekarang)

Tipe ini merupakan yipe yang paling terbaru dan mutakhir tentang organisasiyang pada dasarnya yang memusatkan perhatian pada sifat politis organisasi.pada tipe ini seperti tipe sebelumnya sudah menganut sisem terbuka. March dan Simon menentang gagasan klasik mengenai yang rasional ataupun optimum. Mereka mengusulkan model organisasi itu di ubah-model yang sangat berbeda dari pandangan system kerja sama yang rasional. Artinya model ini sudah sangat mengacu pada aspek social.
Adapun para pakar yang mempunyai sumbangan yang besar dalam teori ini adalah :
• Organisasi Pfeffer sebagai Arena politik

Kamis, 22 September 2011

ORGANISASI DALAM METODE

 1. PENGERTIAN ORGANISASI

          sebelum kita mengenal lebih dekat sekilas arti dari kata organisasi dan metode
istilah organisasi dapat di artikan wadah yaitu sekelompok manusia untuk saling bekerja sama, dan        proses adalah pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien.
         
pengertian organisasi secara lengkap 
rangkaian proses kegiatan yang harus di lakukan untuk meningkatkan kegunaan sumber dan faktor
yang menentukan berhasilnya manajemen, terutama memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi dan birokrasi dalam mencapai tujuan yang di tetapkan
Pengertian tersebut terdapat beberapa maksud yaitu :

  • -organisasi merupakan kunci pelaksanaan kerja yang tepat
  • - penting bagi kegiatan manajemen
  • -dapat memanfaatkan sumber yang tersedia
  • -untuk meningkatkan efisiensi kerja perusahaan

    manajemen pada dasarnya merupakan proses kegiatan manajer yang harus dilakukan dengan cara dan pemikiran yang rasional ataupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber kerja tanpa mengabaikan sumber sumber lain dan waktu yang tersedia dan cara yang tepat

*KEGIATAN MANAJEMEN

A. planing\perencanaan
    -merupakan proses pemikiran,dugaan atau penentuan prioritas yang harus dilakukan secara rasional           sebelom melaksanakan tindakan sebenarnya
    -diperlukan dalam mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan program pembangunan.

 B. organizing \ pengorganisasian :

    -proses penyusun pembagian kerja ke dalam unit - unit kerja dan fungsinya secara tepat.
    -dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.
    -perhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara obyektif.

 C. motivating (pendorongan) :
    -kegiatan yang harus dilakukan untuk membina pegawai dan mendorong semangat kerja pegawai.
    -mencakup segi perangsang seperti kenaikan pangkat, pendidikan, pengembangan karier, dan sebagainya.

 D. controlling (pengendalian) :
    - rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk pengawasan, penyempurnaan dan penilaian untuk mendapatkan tujuan yang di rencanakan.
    - penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah di laksanakan.
    - dapat lakukan evaluasi,tindakan korektif ataupun tindak lanjut sehingga pengembangan dapat di tingkatkan pelaksanaannya.

    kegiatan manajemen di atas tidak akan terlaksana tanpa sumber sumber atau sarana yang harus di dayagunakan
secara tepat.


 2. MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Dapat di rumuskan bahwa manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar  manusia. Rumusan tersebut dapat di artikan adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama satu pihak dengan tujuan pihak lain.
   
    Untuk mencapai tujuan maka perlu di bentuk suatu organisani pada dasarnya secara fungsional, dapat di artikan sebagai kelompok manusia yang di persatukan untuk suatu kerja sama yang efisien untuk mencapai tujuan. dapat di katakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan, dan dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi.

 3. MANAJEMEN DAN TATA KERJA
    tata kerja adalah satu cara bagaimana agar sumber dan waktu yang tersedia amat di perlukan dapat di manfaatkan dengan tepat sehingga proses manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat. Dengan tata kerja bearti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah di lakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu pada pokoknya dapat tunjukan untuk :
    - menghindari terjadinya pemborosan dalam pendayagunaan sumber dan waktu.
    - menghindari kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
    - menjamin pembagian kerja,waktu dan kordinasi yang tepat.

    dapat di simpulkan :
MANAJEMEN : menjelaskan adanya proses kegiatan pendayahunaan serta waktu sebagai faktor yang di perlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
TATA KERJA : menjelaskan bagaimana proses harus di laksanakan sesuai dengan sumber dan waktu yang tersedia.

 4. MANAJEMEN ORGANISASI DAN TATA KERJA.
    Erartnya hubungan antara ke tiga hal tersebut adalah :
 a. manajemen : proses pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
 b. organisasi : alat pencapaian tujuan dan alat bagi pengelompokan kerja sama.
 c. tata kerja : cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien