SELAMAT DATANG DI BLOG "NURHADI RACHMAN"

Rabu, 30 April 2014

Kriteria Manager Proyek

Yang dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
  • Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
  • Rancangan organisasi dan pekerjaan.
  • Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
  • Sistem komunikasi dan pengendalian.
  • Sistem reward.
Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek yang saya sarikan dari IT Project Management Handbook.
Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
  • Karakter Pribadinya
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
Karakter Pribadinya
  1. Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
  2. Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
  3. Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
  4. Asertif
  5. Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
  1. Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
  2. Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
  3. Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
  4. Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
  5. Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
  6. Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
  7. Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
  8. Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
  9. Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
  10. Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
http://saiiamilla.wordpress.com/2011/05/13/kriteria-manager-proyek-yang-baik/

SOFTWARE COCOMO

COCOMO (Constructive Cost Model )
Constructive Cost Model (COCOMO) Merupakan algoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm. Model ini menggunakan rumus regresi dasar, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini.

Sejarah Singkat COCOMO

COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ’s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.
Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.
Pengertian COCOMO
COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.


Model Jenis COCOMO

Ada tiga model cocomo, diantaranya ialah:
1. Dasar Cocomo
Dengan menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI.
Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
* Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
* Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
* Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat
Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini:
keterangan
:
* E : besarnya usaha (orang-bulan)
* D : lama waktu pengerjaan (bulan)
* KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
* P : jumlah orang yang diperlukan.
2. Intermediate Cocomo
Persamaan estimasi sekarang mempertimbangkan (terlepas dari DSI) 15 pengaruh faktor-faktor; ini adalah atribut produk (seperti kehandalan perangkat lunak, ukuran database, kompleksitas), komputer atribut-atribut (seperti pembatasan waktu komputasi, pembatasan memori utama), personil atribut ( seperti aplikasi pemrograman dan pengalaman, pengetahuan tentang bahasa pemrograman), dan proyek atribut (seperti lingkungan pengembangan perangkat lunak, tekanan waktu pengembangan). Tingkat pengaruh yang dapat diklasifikasikan sebagai sangat rendah, rendah, normal, tinggi, sangat tinggi, ekstra tinggi; para pengganda dapat dibaca dari tabel yang tersedia.

3. Detil Cocomo

Dalam hal ini adalah rincian untuk fase tidak diwujudkan dalam persentase, tetapi dengan cara faktor-faktor pengaruh dialokasikan untuk fase. Pada saat yang sama, maka dibedakan menurut tiga tingkatan hirarki produk (modul, subsistem, sistem), produk yang berhubungan dengan faktor-faktor pengaruh sekarang dipertimbangkan dalam persamaan estimasi yang sesuai. Selain itu detail cocomo dapat menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL

http://inarjutex.wordpress.com/2011/05/28/pengertian-cocomo-dan-jenisnya/

Senin, 10 Februari 2014

E-Book Client server

Ebook Client Server
Pengertian tenntang client server 

Kamis, 07 November 2013

KASUS 1

KASUS 1
Seorang pengusaha yang mempunyai pabrik membutuhkan 2 macam bahan mentah, yaitu A dan B, yang masing-masing berjumlah 75 dan 50 satuan. Dari ke-2 bahan mentah ini akan dihasilkan 2 macam barang yaitu R dan P dengan ketentuan barang R dan P memerlukan bahan mentah A dan B sebagai inputnya. Penggunaan bahan mentah tersebut dinyatakan sbb :



1 satuan barang R memerlukan 5 satuan bahan A dan 3 satuan bahan B;



1 satuan barang P memerlukan 2 satuan bahan A dan 3 satuan bahan B.



Ke-2 barang produk ini dapat dijual keseluruhannya dengan nilai harga :



Untuk 1 satuan barang R : Rp. 10.000,- ;



Untuk 1 satuan barang P : Rp. 7.500,-



untuk jawaban silahkan download :

http://www.ziddu.com/download/23287606/SPK_15110164_NURHADIRACHMAN.pdf.html

KASUS 1

Seorang pengusaha yang mempunyai pabrik membutuhkan 2 macam bahan mentah, yaitu A dan B, yang masing-masing berjumlah 75 dan 50 satuan. Dari ke-2 bahan mentah ini akan dihasilkan 2 macam barang yaitu R dan P dengan ketentuan barang R dan P memerlukan bahan mentah A dan B sebagai inputnya. Penggunaan bahan mentah tersebut dinyatakan sbb :



1 satuan barang R memerlukan 5 satuan bahan A dan 3 satuan bahan B;



1 satuan barang P memerlukan 2 satuan bahan A dan 3 satuan bahan B.



Ke-2 barang produk ini dapat dijual keseluruhannya dengan nilai harga :



Untuk 1 satuan barang R : Rp. 10.000,- ;



Untuk 1 satuan barang P : Rp. 7.500,-



untuk jawaban silahkan download :

http://www.4shared.com/office/4wj2_DdJ/SPK_15110164_NURHADI_RACHMAN.html

Jumat, 07 Juni 2013

elok kehidupan

Bulan
aku ingin bintangku yang dulu
yang selalu menerangi langit
yang selalu menerangi hati
menemani tawa ataupun sedih
 seakan hampa tanpa engkau
kehilangan bintang kecil ku
dimana engkau?
yang slalu ada dalam tawa maupun sedih

Secara perlahan
kegelapan membunuh ku
bersinar lah
bersinarlah kembali
karena kamu yang ku nantikan
karena cahaya mu
hidup ku akan terus berwarna

detik demi detik
waktu demi waktu
sang mentari pun bangkit
bunga
pohon
rumput
telah tersenyum dari tidurnya
tujuh bidadari kalah akan kecantikan setangkai bunga matahari

berlari lah
berlari terus mengejar mimpi
menggapai cita cita
karena dengan adanya mimpi kita semangan
karena dengan adanya cita cita kita akan bersemangat

Sabtu, 20 April 2013

BANTUAN BUMN UNTUK NEGARA



Perusahaan BUMN menjadi sebuah perusahaan yang dianggap dapat membantu permasalahan keuangan di Indonesia. Setidaknya, hal tersebut tertuang dalam surat seorang siswa SMA kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan.
“Saya berharap perusahaan BUMN dapat membantu masalah keuangan di negara kita,” kata Azis, salah satu siswa berprestasi asal Jakarta, yang menulis surat untuk Dahlan, saat meluncurkan novel Surat Dahlan, di Lapangan Ikada Monas, Jakarta, Minggu (10/2/2013).
Azis mengungkapkan “curahan hati”-nya kepada Dahlan yang tertuang di dalam buku Surat Dahlan. Buku tersebut merupakan sekuel dari buku sebelumnya bertajuk Sepatu Dahlan.
Dalam buku tersebut, kehidupan Dahlan ketika remaja dituangkannnya di “Surat Dahlan” dengan menggandeng Noura Books selaku penerbit. Buku ini pun juga menceritakan perjalanan Dahlan semasa kuliah dulu.
Sekadar informasi, acara peluncuran buku tersebut berlangsung di Lapangan Ikada Monas yang dihadiri langsung oleh Dahlan dan sang istri, Nafsiah Sabri Dahlan. Selain itu, juga diluncurkan Komik Sepatu Dahlan, peresmian gerakan Demi Indonesia, lomba menulis untuk siswa se-Jabodetabek, dan prelaunch film Sepatu Dahlan.
Peluncuran tersebut ditandai dengan melepas burung Merpati, burung tersebut dikalungi surat yang ditujukan untuk Dahlan. Sebelum melepaskan burung, dahlan berceloteh bahwa akan memberikan sepatu bagi yang mendapatkan surat tersebut.
“Bagi yang bisa mendapatkan surat tersebut, dapat langsung ke panitia dengan memberikan nama dan nomor kaki, nanti akan saya beri sepatu seperti ini (sambil menunjuk sepatunya) tapi yang baru,” ujar Dahlan.

Sumber : okezone.com